Aku tak yakin akan bisa sekuat Kak Illa bila Medha pun terbirit-birit lari setelah mendengar kisah tentang Mama. Untuk itu aku sudah berusaha menghindarinya. Kendati pun sulit! Cowok terkasih itu ternyata bermental baja. Dan itu menyiksaku. Kesabarannya mengundang haru, dan... membuatku semakin menyayanginya. Ya, ini memang sebuah penipuan diri. Tapi adakah jalan lain kecuali itu? Tanpa penghargaan dari orang-orang sekeliling, hidup hanyalah sekadar mengarung waktu. Tak ada warna, tak ada gairah. Semua jadi serba samar. Menggamangkan. Dan cinta tinggal menjadi sepenggal kata kosong tak bernilai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar